Lintas Education – Kali ini saya akan memberikan rangkuman pelajaran biologi SMA kelas 11 yang bermanfaat bagi pelajar dalam proses mempelajari materi-materi biologi SMA yang ada dalam kelas.

Baiklah langsung saja saya akan memberikan rangkuman mengenai pelajaran biologi SMA, yaitu sebagai beikut.

Rangkuman Materi Pelajaran Biologi

1. Sel
Sel merupakan unit terkecil dari kehidupan.
Struktur sel meliputi membran sel, inti sel, sitoplasma, dan organel sel.
Membran sel tersusun atas lipoprotein dan bersifat selektif permrabel.
Organel sel meliputi ribosom, retikulum endoplasma, mitokondria, badan golgi, sentrosom, lisosom, plastida, mikrotubulus, mikros lamen, dan peroksisom.

Sel prokariotik tidak mempunyai inti dan sistem endomembran seperti retikulum endoplasma, mitokondria, dan badan golgi. Sel eukariotik memiliki inti dan sistem endomembran. Sel tumbuhan memiliki organel yang tidak dimiliki sel hewan yaitu dinding sel, vakuola, dan plastida.
Sel hewan memiliki organel yang tidak dimiliki sel tumbuhan yaitu flagel dan sentriol.

Transpor pada sel terdiri atas transpor pasif (difusi, difusi terfasilitasi, osmosis) dan transpor aktif (transpor aktif primer, transpor aktif sekunder, eksositosis, endositosis). Endositas terdiri atas fogositosis dan pinositosis.

2. Jaringan
Sel-sel yang menyatu dan berdeferensiasi akan membentuk jaringan.
Sekumpulan sel dengan bentuk, fungsi, dan sifat yang sama disebut dengan jaringan. Jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa.

Jaringan meristem terdiri atas sekelompok sel yang tetap dalam fase pertumbuhan dan terus-menerus membelah. Berdasarkan asal-usulnya, jaringan meristem dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu promeristem, jaringan meristem primer, dan jaringan meristem sekunder.

Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah. Jaringan dewasa dapat dibagi menjadi beberapa macam yaitu jaraingan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong, jaringan pengangkut, dan jaringan gabus.

Tumbuhan memiliki organ utama yaitu akar, batang, dan daun.
Pada hewan tingkat tinggi memiliki empat tipe jaringan dasar, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat (konektif), jaringan saraf, dan jaringan otot.

Jaringan epitel terdiri atas epitel pipih, epitel batang, dan epitel kubus.
Jaringan pengikat (konektif) terdiri dan jaringan ikat padat, jaringan ikat longgar, kartilago, jaringan tulang sejati, jaringan lemak, jaringan darah, dan jaringan limfa.

3. Sistem Gerak pada Manusia
Manusia membutuhkan tulang dan otot untuk bergerak.
Tulang disebut juga alat gerak pasif dan otot disebut alat gerak aktif.
Tulang berdasarkan jenisnya dapat digolongkan menjadi tulang rawan (kartilago) dan tulang keras.

Berdasarkan bentuknya tulang dibedakan menjadi tulang pipa, tulang pipih, tulang pendek, dan tulang tak beraturan.
Tulang menyusun rangka tubuh manusia. Rangka terdiri atas tiga kelompok besar yaitu tulang tengkorak, tulang badan, dan tulang anggota gerak.

Bagian tulang tengahnya berongga dan diisi oleh sumsum tulang.
Hubungan antartulang yang satu dengan tulang yang lainnya dan memungkinkan terjadinya pergerakan disebut persendian.
Sendi dibagi menjadi tiga macam yaitu sendi mati, sendi kaku, dan sendi gerak.

Menurut bentuk dan cara kerjanya, terdapat 3 macam otot, yaitu otot polos, otot lurik, dan otot jantung. Otot dalam menggerakkan tulang dibagi dalam dua cara yaitu antagonis dan sinergis.

Tulang dapat mengalami gangguan antara lain gangguan fisik, gangguan fisiologis, gangguan tulang belakang, dan gangguan persendian. Otot juga dapat mengalami gangguan seperti kram, polio, dan keseleo.

4. Sistem Sirkulasi
Darah mengalir ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah.
Darah berbentuk cairan yang berwarna merah, agak kental, dan lengket. Darah terbentuk dari plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah.

Sel darah putih memiliki lima jenis bentuk yaitu eosinos l, basosil, neutros l, limfosit, dan monosit.
Trombosit berperan dalam pembekuan darah. Namun ini dapat terjadi apabila trombosit memiliki faktor VIII.

Manusia memiliki golongan darah yaitu A, B, AB, dan O. Orang yang memiliki golongan darah O disebut donor universal, sedangkan orang yang memiliki golongan darah AB disebut resipien universal.

Alat peredaran darah manusia terdiri dari jantung dan pembuluh darah. Pembuluh darah terdiri dari arteri, vena, dan kapiler. Peredaran darah manusia terbagi menjadi dua macam yaitu peredaran darah besar dan peredaran darah kecil.

Cairan dapat mengalir dari jaringan ke dalam darah melalui sistem limfatik atau peredaran getah bening. Pembuluh limfa dibedakan atas pembuluh limfa kanan dan pembuluh limfa dada.

Kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah antara lain anemia, talasemia, hemos li, dan sebagainya. Kekebalan pada tubuh manusia terdiri atas kekebalan bawaan dan kekebalan buatan.

Sebagian besar dari kekebalan disebabkan oleh suatu sistem imun khusus. Sistem imun tersebut membentuk antibodi atau limfosit yang diaktifkan dan akan menghancurkan organisme atau toksin tertentu.

5. Sistem Pencernaan
Makanan merupakan bahan yang dicerna oleh alat pencernaan makanan berisi zat-zat gizi yang memberikan tubuh energi untuk bergerak dan bahan pembangun untuk pertumbuhan.

Zat makanan yang dibutuhkan manusia dalam jumlah banyak disebut makronutrien terdiri atas karbohidrat, protein, dan lemak. Zat makanan yang dibutuhkan jumlahnya sedikit disebut mikronutrien terdiri atas vitamin dan mineral.

Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi tubuh kita. Sumber karbohidrat misalnya beras, jagung, sagu, gandum, dan lain-lain.
Protein terdiri dari dua macam yaitu protein yang berasal dari hewan disebut protein hewani dan protein yang berasal dari tumbuhan disebut protein nabati. Sumber protein misalnya daging, susu, ikan, dan telur.
Sumber lemak ada dua yaitu lemak hewani dan lemak nabati. Makanan yang mengandung lemak, misalnya kemiri, alpukat, daging, telur, susu, dan lain-lain.

Berdasarkan kelarutannya vitamin dibagi dua yaitu vitamin yang larut di air yaitu B dan C, dan vitamin yang larut dalam lemak A, D, E, dan K. Proses pencernaan pada manusia terdiri dari dua macam, yaitu pencernaan mekanik dan pencernaan kimia.

Saluran pencernaan manusia terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Kelenjar pencernaan terdiri atas hati dan pankreas.

6. Sistem Pernapasan
Pernapasan adalah proses pertukaran gas antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Alat pernapasan manusia meliputi rongga hidung, faring (tekak), laring (pangkal tenggorokan), bronkus, dan paru-paru (pulma).
Pernapasan luar terjadi antara udara dalam alveolus dengan darah dalam kapiler. Sedangkan pernapasan dalam terjadi antara darah dalam kapiler dan sel-sel dalam tubuh.

Inspirasi merupakan proses menghirup udara dan ekspirasi merupakan proses menghembuskan udara.
Pernapasan dada melibatkan otot tulang rusuk dan pernapasan perut melibatkan aktivitas otot-otot diafragma.

Udara pernapasan dipengaruhi oleh jenis pekerjaan, ukuran tubuh, serta jumlah maupun jenis bahan makanan yang dimakan.
Energi yang digunakan dalam kegiatan respirasi bersumber dari ATP yang ada pada masing-masing sel. Gangguan pada sistem pernapasan disebabkan gangguan pada alat-alat pernapasan.

Pernapasan pada Avertebrata ada yang berlangsung secara difusi melalui permukaan tubuh, dan ada yang menggunakan alat pernapasan khusus berupa trakea, paru-paru buku dan insang.
Hewan Vertebrata bernapas dengan insang, kulit dan paru- paru.

7. Sistem Ekskresi
Ekskresi merupakan pengeluaran sisa metabolisme yang tidak berguna. Alat pengeluaran pada manusia dan vertebrata terdiri atas ginjal, kulit, paru-paru, dan hati. Sedangkan alat pengeluaran pada hewan yang lebih rendah tingkatannya antara lain berupa buluh Malpighi, nefridia, sel api, dan rongga berdenyut.

Sisa metabolisme berupa CO2 , H2O, NH3 , zat warna empedu, dan asam urat. Nefron merupakan unit terkecil penyusun ginjal. Nefron terdiri atas glomerulus, kapsul Bowman, tubulus kontartus proksimal, lengkung Henle, tubulus kontortus distal, dan tubulus pengumpul.
Ginjal mengekskresikan urine.

Proses pembentukan urine melalui 3 tahap, yaitu reabsorpsi, filltrasi, dan augmentasi. Paru-paru mengekskresikan air dan karbon dioksida. Kulit mengekskresikan keringat, hati mengekskresikan empedu.
Sistem ekskresi dapat mengalami kelainan seperti gagal ginjal, diabetes melitus, batu ginjal, biduran, kanker kulit, dan hepatitis.
Belalang memiliki alat ekskresi berupa pembuluh Malpighi.

8. Sistem Regulasi
Sistem regulasi terdiri dari sistem saraf, sistem indra, dan sistem hormon. Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor, sistem saraf, dan efektor.
Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron). Neuron terdiri dari dendrit dan neurit.

Berdasarkan struktur dan fungsinya, sel saraf dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu sel saraf sensori, sel saraf motor, dan sel saraf intermediet. Impuls dapat dihantarkan melalui beberapa cara, di antaranya melalui sel saraf dan sinapsis.

Saraf manusia dibedakan menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat meliputi otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf tepi dibagi menjadi sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar (autonom). Sedangkan sistem saraf tak sadar (autonom) terdiri dari sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik.
Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu.

Tujuh kelenjar endokrin yang penting dalam tubuh manusia yaitu hipofisis, tiroid, paratiroid, kelenjar adrenalin (anak ginjal), pankreas, ovarium, dan testis. Fungsi utama indra adalah mengenal lingkungan luar atau berbagai rangsang dari lingkungan di luar tubuh.
Manusia memiliki lima macam indra, yaitu indra penglihatan (mata), indra pendengaran (telinga), indra peraba (kulit), indra pengecap (lidah), dan indra penciuman (hidung).

9. Sistem Reproduksi
Reproduksi merupakan proses menghasilkan individu baru dari organisme sebelumnya. Reproduksi aseksual (vegetatif) adalah terbentuknya individu baru tanpa melakukan peleburan sel kelamin. Sedangkan reproduksi seksual (generatif) melibatkan persatuan sel kelamin (gamet) dari dua individu yang berbeda jenis kelamin.

Sistem reproduksi pria meliputi organ-organ reproduksi, spermatogenesis, dan hormon-hormon pada pria. Sistem reproduksi wanita meliputi organ reproduksi dan proses oogenesis, fertilisasi, kehamilan, dan persalinan. Spermatogenesis merupakan proses pembentukan dan pematangan spermatozoa (sel benih pria).

Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam ovarium.
Peristiwa fertilisasi terjadi saat spermatozoa membuahi ovum di tuba fallopii. ASI memberikan proteksi alamiah dengan cara mengalirkan antibodi penting dari ibu ke bayinya.

Demikianlah pembahasan mengenai Rangkuman Pelajaran Biologi SMA Kelas 11, semoga bermanfaat. Bila ada pertanyaan request soal atau pelajaran pendidikan silahkan tinggalkan komentar dibawah ya. Terima kasih sudah mampir di website ini. Sekian dan terimakasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here